Seiring perkembangan zaman sekarang, serta pertumbuhan teknologi yang pesat membuat banyak para orang tua merasa khawatir akan perkembangan anak. Memang tak dipungkiri bila kemajuan teknologi saat ini membawa dampak bagi manusia. Tetapi bila tanpa pengawasan serta bimbingan dari orang tua dan orang terdekat maka mereka akan bebas bereksplorasi terhadap hal-hal yang baru.
Para orang tua pun punya cara tersendiri dalam mendidik dan membimbing anak dengan harapan bisa sukses di kehidupan kelak. Ditambah dengan memperdalam ilmu agama yang dianut serta tidak melanggar aturan/ norma yang berlaku di masyarakat maka harapan tersebut bisa terwujud.
Untuk itu, perlu pengetahuan lebih tentang bagaimana cara mendidik anak yang baik dan positif, berikut tips mendidik anak:
- Ajarkan untuk menyayangi dan menghargai diri sendiri sedini mungkin.
Hal ini sangat penting karena dengan menyayangi dan menghargai akan diri sendiri, maka anak tersebut bisa lebih menghargai terhadap apa yang dimiliki. Contohnya: luangkan waktu untuk mengajak berolah raga bersama, maka dari sini para orang tua bisa mendidik anak bahwa betapa berharganya kesehatan itu. - Meluangkan waktu untuk berkumpul dan bercengkrama dengan anak-anak.
Hal ini dapat mencairkan suasana bosan atau jenuh menjadi gembira. Contohnya mengajak nyanyi bersama, atau mengajak anak pergi bersama di hari libur. Tidak hanya kegembiraan yang didapat tetapi keharmonisan keluarga akan semakin erat. - Menjadi pendengar yang baik.
Hal ini tidak mudah bagi orang tua menjadi pendengar yang baik. Sebagai orang tua sering memberi nasehat-nasehat, saran dan lain sebagainya yang mana sebenarnya mereka (anak-anak) juga berhak untuk angkat bicara. Mencoba menahan diri tanpa harus menghakimi, dan membuka hati untuk mendengarkan isi hati mereka dengan kasih sayang. - Memberi penghargaan kepada anak-anak kita.
Dengan memberikan reward pada anak-anak, baik saat mereka berhasil mencapai tujuan maupun gagal. Karena hal ini dapat memotivasi mereka untuk terus bangkit dan berusaha mencapai tujuan mereka. contohnya: bila anak mendapat nilai dibawah rata-rata, maka tersenyumlah dan diakhiri dengan tepukan punggung. Berilah pujian dan pengakuan secara tulus, karena penghargaan adalah diberikan atas tindakan yang telah dilakukan bukan pada prestasi yang dicapai. - Disiplinkan anak dengan rasa hormat.
Ini mendidik anak untuk bertanggung jawab, hormat, dan pengendalian rasa amarah. Perbaiki kesalahan mereka dengan kelembutan. Berikan konsekuensi yang wajar dari pelanggaran dengan tujuan untuk mengajarkan tanggung jawab. Janganlah memarahi apalagi mempermalukan anak di depan orang lain atas kesalahan yang diperbuat. Hal ini mendidik anak-anak agar tetap hormat dengan satu sama lainnya. Orang tua juga meminta maaf bila melakukan kesalahan atas pelanggaran atau janji yang kurang ditepati. Tanamkan kepada mereka juga janganlah takut untuk sebuah kesalahan, karena kesalahan adalah sebuah proses pembelajaran. Temukanlah kebaikan dalam kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan, maka mereka belajar untuk berani berjuang menghadapi tantangan dan resiko. - Tanamkan nilai-nilai kejujuran dan saling membantu.
Tunjukkanlah dalam keseharian kita sebagai orang tua agar selalu konsisten dengan nilai-nilai ini. Libatkan juga anak-anak kita dalam kegiatan sosial yang secara rutin yang orang tua lakukan. Lambat laun akan tumbuh karakter positif yang kuat dalam diri mereka. Milikilah keyakinan yang meneguhkan keluarga kita di saat-saat sulit. Anak-anak kita menjadi pribadi yang optimis dan bersyukur dalam kesehariannya.
Cintailah anak-anak dengan tulus dan jujur, karena dengan kekuatan cinta tersebut maka anak-anak akan termotivasi menjadi pribadi yang baik, taat, gembira dan dapat diandalkan.
0 komentar:
Posting Komentar